SITUJUAH BATUA

(dikutip dari: Paliko Pos).

Untuk kali pertama di Kabupaten Lima Puluh Kota, sebuah nagari yang telah menelorkan 6 (enam) peraturan yang bernuansa syariat Islam, apabila peraturan ini dilanggar oleh anak nagari dengan tanpa pandang bulu, bakal mendapat sanksi ataupun denda, bahkan sampai diberi sanksi dibuang sepanjang adat.

Meski agak mengejutkan, namun peraturan yang lahir dari nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Buktinya, ketika peraturan dideklarasikan dalam sebuah rapat tinggi Kaampek suku atau ninik mamak di Balai Nan Tuo Situjuah Batua, Kamis 2 Oktober 2008 malam, yang turut disaksikan masyarakat dan juga terlihat siap untuk mnghentikan kegiatan yang berbau duniawi.

Menurut Pucuak adat Situjuah Batua MKH Dt.Majo Kayo, keenam peraturan yang disepakati niniak mamak, didukung alim ulama, cerdik pandai, bundo kanduang, pemuda dan Pemerintahan nagari tersebut, rata-rata adalah tradisi lama yang dihidupkan kembali.

Di antaranya setiap anak nagari Situjuah Batua yang berada ditempat–tempat keramaian, diwajibkan menutup aurat, kemudian, ninik mamak sebagai kepala kaum harus berbusana muslim dan memakai peci.

Masyarakat Situjuah Batua juga diwajibkan menegakan sholat, dan membaca Alquran setiap malam dan menjauhi serta menghindari maksiat, bila mereka melanggar, akan disiapkan dubalang dan paga nagari untuk mengawasi.

Disamping itu, masyarakat Situjuah Batua juga dilarang menggelar dalam berbagai bentuk permainan yang berbau judi seperti koa, remi, domino selama hari Kamis sore sampai jumat malam setiap minggunya.

Di luar hari-hari tersebut, permainan tetap dibolehkan, tetapi baru bisa dimulai selepas sholat Ashar sampai masuknya waktu sholat Magrib, kalau akan dilanjutkan dibolehkan selepas Magrib dan tidak boleh lewat dari jam 12 malam jelas MKH Dt.Majo Kayo.

Masih berkaitan dengan permainan dan warung, apabila ada wirid pengajian atau acara dimesjid, masyarakat diminta untuk menutup warung dan menghentikan permainan, dan diminta untuk hadir bersama-sama ke mesjid.

Selanjutnya pada rapat yang dipimpin D.Dt.Paduko Sindo, ninik mamak Situjuah Batua juga sepakat, bahwa seluruh kaum pria harus memakai pakaian muslim yang rapi, sewaktu hendak melaksanakan ibadah sholat jumat.

Bagi pemilik kenderaan yang melalui nagari Situjuah Batua, tidak diperkenankan memakai knalpot bolong dan lewat dengan kecepatan lebih dari 40 Km, kecuali dalam situasi darurat seperti terjadi kebakaran atau ambulan.

Dengan lahirnya keputusan ini, Wali Nagari Situjuah Batua Dhon Vesky Nasir Dt. Tan Marajo, mengaku bakal segera akan melaksanakannya ditengah-tengah masyarakat.
Kami akan mulai dulu dengan pakaian muslim dan bagi setiap anak nagari yang akan berurusan ke Kantor Wali Nagari atau jorong tidak akan dilayani bila tidak menutup aurat.

Sehari setelah peraturan ini diterbitkan, Wakil Bupati Ir.Irfendi Arbi, MP bersama sejumlah pejabat di Lima Puluh kota langsung datang ke Situjuah batua, untuk mendengarkan penyampaian kebulatan tekad masyarakat sekaligus menghadiri pencanangan Situjuah Batua sebagai nagari adat pertama di Kabupaten Lima Puluh Kota.